Peluang Bisnis Baru Selama Pandemi


Peluang Bisnis Baru Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 telah membuka pintu bagi peluang bisnis baru dan diperluas seiring konsumen beradaptasi dengan kehidupan pasca-Covid. Dari e-commerce hingga sektor kesehatan, para investor tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk memanfaatkan peluang dan ide bisnis yang belum dimanfaatkan di Indonesia selama pandemi.

Artikel ini berbicara tentang bagaimana memulai bisnis di Indonesia selama wabah bisa tetap menguntungkan bagi investor asing.

Ide Bisnis di Indonesia: Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Indonesia

Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik dari 101,5 menjadi 104,4 pada Mei 2021. Alasan menguatnya kepercayaan pelanggan adalah persepsi positif mereka terhadap kondisi ekonomi sebagai dampak dari membaiknya ketersediaan lapangan kerja, pendapatan , dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Konsumen untuk kondisi ekonomi masa depan tampaknya stabil, namun ekspektasi pekerjaan telah sangat meningkatkan ekspektasi dan sektor bisnis diantisipasi untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Keyakinan konsumen yang asertif terhadap kondisi ekonomi, memberikan peluang yang menggiurkan bagi investor untuk memulai bisnis di Indonesia.

Memahami Perilaku Konsumen Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Dalam kehidupan normal baru dengan coronavirus ini, perilaku konsumen telah terpengaruh dalam berbagai cara. Survei WMCASINO mengungkapkan bahwa ada empat karakteristik utama konsumen Indonesia yang dapat diamati dalam pandemi:

Sentimen Konsumen Stabil

Meskipun dampak ekonomi dari COVID-19, sentimen konsumen tetap stabil. Ketahanan pelanggan Indonesia secara umum menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan konsumen untuk berhasil dalam jangka menengah dan panjang.

Memprioritaskan Pengeluaran yang Diperlukan

Pola belanja konsumen di Indonesia telah bergeser dari pengeluaran diskresioner menjadi kebutuhan. Ini juga menunjukkan bahwa sensitivitas harga meningkat, yang harus disesuaikan oleh perusahaan konsumen untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Mempercepat Perilaku Digital

Karena konsumsi konten online dan adopsi digital yang semakin cepat, perusahaan perlu memperkuat kehadiran digital mereka dan mendapatkan pijakan di pasar online.

Keinginan Untuk Integrasi Online-Offline

Selain preferensi yang lebih luas untuk e-commerce, konsumen Indonesia telah menyuarakan kebutuhan untuk integrasi pengalaman offline-online yang lebih baik, seperti melalui penggunaan teknologi generasi berikutnya seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Ide Bisnis di Indonesia di masa pandemi Covid-19

Ide Bisnis di Indonesia di masa pandemi Covid-19

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, perilaku konsumen akibat Covid-19 mendorong tingginya permintaan investasi di sektor bisnis di Indonesia. Berikut ini beberapa domain bisnis yang terlihat sangat menjanjikan untuk diinvestasikan di masa pandemi:

E-Commerce dan Pembayaran Digital

Menurut survei Keranjang Konsumsi Indonesia, jumlah konsumen e-commerce di Indonesia meningkat menjadi 66% pasca-Covid-19, menjadikan Indonesia negara Asia Tenggara dengan tingkat penggunaan e-commerce tertinggi. Survei menunjukkan bahwa pembelian online telah meningkat sekitar 14% sejak pandemi, sementara pembelian tradisional telah menurun sebesar 24%.

Pembayaran digital

Menurut Bank Indonesia (BI), Indonesia akan mencatat pertumbuhan transaksi digital dua digit tahun ini, seiring pandemi mendorong tingginya basis konsumen e-commerce. Transaksi perbankan digital diproyeksikan tumbuh sebesar 19,1% YoY pada tahun 2021, jauh lebih cepat dari pertumbuhan 1,5% tahun lalu.

Oleh karena itu, prospek yang optimistis dari segmen e-commerce dan pembayaran digital cukup menyajikan skenario investasi yang menjanjikan bagi investor asing.

Produk kesehatan

Pada tahun 2021, pendapatan Indonesia di sektor Vitamin & Mineral diperkirakan mencapai US$325,66 juta, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,80% (CAGR 2021-2025). Selanjutnya, belanja kesehatan per kapita tercatat meningkat dengan laju tahunan sebesar 11,52%.

Lonjakan ini kemungkinan disebabkan karena faktor-faktor berikut:

> Meningkatnya permintaan dari populasi yang lebih muda
> Meningkatnya populasi kelas menengah
> Peningkatan standar hidup, dan
> Kesadaran kesehatan akibat Covid di kalangan lansia
> Meningkatnya permintaan suplemen makanan ini memberikan peluang bankable bagi investor untuk memulai bisnis di Indonesia.

Telemedis

Dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 60%, pendapatan layanan kesehatan digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai US$973 juta pada tahun 2023. Mengingat tingkat penetrasi internet Indonesia yang tinggi sebesar 64,8%, yang diperkirakan akan mencapai 89,3% pada tahun 2025, peningkatan pesat platform perawatan kesehatan digital tampaknya masuk akal.

Info lainnya : 7 Cacat dalam Rencana Bisnis Anda yang Perlu Anda Perbaiki

Pada Maret 2020, penyedia layanan kesehatan digital telah melihat lebih dari 61 juta pasien mengunjungi situs web mereka untuk mendapatkan bantuan medis virtual, dan jumlah ini tercatat terus meningkat sejak saat itu, menunjukkan potensi masa depan untuk investasi di bidang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

*

*